Doa

Doa Seorang Hamba

dsc08352

Supribadi, BBA, S.Pd

Guru TIK

SMP Negeri 1 Demak

Ya Allah, jika aku jatuh cinta,cintakanlah aku pada seseorang yang
melabuhkan cintanya pada-Mu,agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak
melebihi cintaku pada-MuYa Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang
yang hatinya tertaut pada-Mu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak
berpaling dari hati-Mu.

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang
merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku
merindukan syurga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi
kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

Ya Allah Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta
pada-Mu,telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-MU,telah berpadu dalam membela syariat-Mu.Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya.
Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan
Nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami

Doa Seorang Hamba

religion-pribba

Allah Maha Mendengar. Dia selalu mendengarkan perintah para hamba-Nya, asal memenuhi syarat. Ia akan mengabulkan doa hamba-Nya, karena Ia Maha Mendengar. Allah s.w.t juga Maha Menyayangi para hamba-Nya, Dia Maha Pemurah, Rahman Rahim.

Oleh karena itu, sebagai seorang hamba Allah yang beriman, kita harus memanjatkan doa kepada-Nya. Manusia adalah insan yang dlo’if. Tidak berdaya, tidak mempunyai kekuatan apa-apa, hanya kekuatan Allah belaka yang mampu memberikan daya kekuatan kepada manusia. Laa haula wala quwwata illa billahil aliyyil adhim.

Berusaha dan berdoa adalah dua hal yang harus dilakukan oleh manusia; berdoa, berusaha dan merencanakan. Allah lah yang menentukan. Tanpa berusaha dan berdoa, mustahil kita mampu mencapai cita-cita kita, tanpa pertolongan Allah usaha dan doa kita juga akan sia-sia.

Hanya tiga hal yang selalu kami panjatkan kepada Allah dalam setiap berdo’a, saya menganggap tiga hal ini sudah mewakili dan dipandang sangat penting dalam kehidupan kita. Dengan tiga hal ini saya berharap Allah benar-benar mengabulkan, mudah-mudahan Allah memberikan kebaikan kepada saya pribadi, keluarga, santri-santri dan umat Islam secara keseluruhan.

Pertama, semoga Allah menjadikan kita hamba Allah yang shalih dan bertaqwa, semoga Allah memberikan kemampuan kepada kita untuk menjadi hamba Allah yang selalu berbuat kebajikan, bertaqwa dan menjadi manusia muttaqin, bukan hamba Allah yang selalu durhaka kepada-Nya.

Al-Quran selalu menyebutkan bahwa hamba Allah yang bertaqwa akan dijamin kehidupannya oleh-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.

Kedua, rizki yang halal dan barakah. Mari kita selalu memanjatkan doa kepada Allah agar Dia menjadikan kita sebagai hamba-Nya yang selalu dicukupi dengan rizki yang halal dan barakah. Karena hidup butuh makan, kita butuh rizki dari Allah agar kita dapat beribadah, menghidupi sanak keluarga dan berjuang di jalan Allah. Tanpa rizki-Nya mustahil kita dapat menjalankan ibadah dengan baik dan ikhlas, mustahil kita dapat berjuang untuk menegakkan syariat-Nya.

Ketiga, mudah-mudahan Allah menjadikan kita sebagai hamba-Nya yang meninggal dalam keadaan khusnul khatimah, mati dalam keadaan baik di hadapan Allah, akhir kehidupan yang diridhai oleh Allah, mati tetap berpegang teguh kepada-Nya, bukan mati yang buruk, tidak diridhai oleh Allah, Su’ul khatimah. Na’udlu billah min dlalik.

Mengapa? kehidupan manusia bertahun-tahun hanya ditentukan oleh kematiannya, bila ia mati dalam keadaan khusnul khatimah, sesuai janji Allah, ia akan mendapatkan tempat Allah di surga. Namun sebaliknya, bila ia menemui kematiannya dalam keadaan su’ul khatimah, na’udlu bilah min dlalik, dapat dipastikan kelak tempatnya adalah di neraka. Detik-detik akhir menjelang kematian, dengan demikian, adalah fase terpenting dalam kehidupan ini. Ia adalah penentu surga-neraka kita kelak.

Maka sangat niscaya bila kita selalu memohon kepada Allah dengan sekuat tenaga, dalam setiap waktu, dalam setiap kesempatan, agar Allah memanggil kita dalam keadaan khusnul khatimah. Amiin. Karena Allah lah yang menentukan mati kita. Apakah kita mati dalam keadaan khusnul khatimah ataukah su’ul khatimah.

Untuk itu doa kita yang ketiga kepada Allah adalah agar Allah menjadikan kita hamba-Nya yang selalu mendapatkan pertolongan untuk khusnul khatimah. Amin …


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s