ROM (Read Only Memory)

Oleh : SUPRIBADI, BBA, S.Pd

ROM (read only memory) biasa juga disebut sebagai firmware
merupakan jenis memori yang isinya tidak hilang ketika tidak mendapat aliran listrik dan pada awalnya isinya hanya bisa dibaca. ROM pada komputer disediakan oleh vendor komputer yang berisi program dan data. Di dalam sebuah PC, ROM biasa disebut sebagai BIOS (Basic Input/Output System) atau ROM-BIOS. Instruksi dalam BIOS inilah yang akan dijalankan oleh mikroprosesor ketika komputer mulai dihidupkan. Umumnya proses yang terkandung dalam BIOS secara berurutan adalah sebagai berikut:

Memeriksa isi CMOS : dengan cara seperti inilah akhirnya sistem operasi Membuat penanganan interupsi (Interrupt Handlers) dan pengendali piranti (device driver)

Menginisialisasi register
dan manejemen daya listrik (misalnya Windows)

Melakukan pengujian perangkat keras (POST
atau the power-on self test) untuk memastikan bahwa semua perangkat keras dalam keadaan baik.

Menampilkan pengaturan-pengaturan pada sistem, dimuat ke memori

Menentukan piranti yang akan digunakan untuk menjalankan program (misalkan pirantinya adalah harddisk).

Mengambil isi boot sector. Boot sector juga merupakan sebuah program kecil. Oleh BIOS program ini dimuat ke RAM dan kemudian mikroprosesor akan mengeksekusi perintah-perintah yang sudah berada dalam RAM tersebut. sehingga komputer bisa dioperasikan oleh user.

Dari beberapa penjelasan di atas berikut uraian beberapa istilah yang digunakan :

  • CMOS (Complementary Metal-Oxyde Semiconductor) merupakan jenis chip yang memerlukan daya listrik dari baterai. Chip ini berisi memori 64 byte yang isinya dapat diganti. Pada CMOS berbagai pengaturan dasar komputer dapat dilakukan, misalkan piranti yang digunakan untuk memuat sistem operasi dan termasuk pula tanggal dan jam sistem.
  • Penanganan interupsi adalah program kecil yang menjadi penerjemah antara perangkat keras dan sistem operasi. Sebagai contoh, jika pemakai menekan tombol keyboard maka isyarat ini dikirimkan melalui penanganan interupsi keyboard.
  • Pengendali piranti adalah program yang bertindak sebagai pemberi identitas bagi perangkat keras tertentu (misalkan scanner) sehingga bisa dikenali oleh sistem operasi.

Selain ROM, terdapat pula chip yang disebut PROM, EPROM, dan EEPROM.

  • PROM (Programmable Read-Only Memory)

    Jika isi ROM ditentukan oleh vendor, PROM dijual dalam keadaan kosong dan kemudian dapat diisi dengan program oleh pemakai. Setelah diisi dengan program, isi PROM tak bisa dihapus.

  • EPROM (Erasable Programmable Read-Only Memory)

    Berbeda dengan PROM, isi EPROM dapat dihapus setelah diprogram. Penghapusan dilakukan dengan menggunakan sinar ultra violet.

  • EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read-Only Memory)

    EEPROM dapat menyimpan data secara permanen, tetapi isinya masih bisa dihapus secara elektris melalui program. Salah satu jenis EEPROM adalah flash memory. Flash memory biasa digunakan pada kamera digital, konsol video game, dan chip BIOS.

By pribba Posted in TIK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s